Orang-orang Sambori dan suku Mbojo menyebutnya dengan Lupe. Lupe berbentuk lonjo...

Jelajah Wisata Bima – Orang-orang Sambori dan suku Mbojo menyebutnya dengan Lupe. Lupe berbentuk lonjo…


Jelajah Wisata Bima Orang orang Sambori dan suku Mbojo menyebutnya - Jelajah Wisata Bima - Orang-orang Sambori dan suku Mbojo menyebutnya dengan Lupe. Lupe berbentuk lonjo...

Orang-orang Sambori dan suku Mbojo menyebutnya dengan Lupe. Lupe berbentuk lonjong, menutupi kepala dan badan yang berfungsi sebagai topi/payung sekaligus Jas Hujan. Yah, bisa dikatakan bahwa Lupe adalah Jas Hujan Tradisional masyarakat Mbojo tempo dulu terutama di wilayah Donggo Ele yang meliputi Kuta, Teta, Sambori, dan  Kaboro. Daun pandan gunung, berdaun lebar lagi panjang, seratnya kuat tidak mudah robek. Lupe sangat cocok bagi petani peternak atau pengembala yang sedang bekerja di sawah ladang dan padang nan luas.

Pada umumnya anyaman yang bahan bakunya Daun Pandan (Bima : Ro’o Fanda), hasil anyaman pengrajin dari Donggo Ele (Donggo Timur) yaitu dari Desa Kuta, Sambori Kaboro dan Teta. Tetapi ada juga yang dianyam oleh masyarakat Mbojo yang bertempat tinggal di daerah dataran tinggi, seperti Desa Lela Mase (Kec. Rasanae Timur), dan beberapa desa di Kecamatan Wawo Kabupaten Bima. Pohon pandan dalam berbagai jenis bisa tumbuh subur di daerah Bima.

Source : alanmalingi.wordpress.com

Photo by @tutabake
Yuk jelajah tempat wisata Bima ini!! -_culture
#exploreindonesia

Nikmati inspirasi Wisata Bima hari ini di Liburdulu.com! –

BACA JUGA :  Jelajah Wisata Bima - Yuk jelajah tempat wisata Bima ini!! - Photo today by taken at Kalate Mbira Diha#exploreindonesia...