#exploreambon photo today by  taken at Jembatan Merah Putih, Kota Ambon.
#explor...

Jembatan Merah Putih: Simbol Persatuan dan Kemajuan Kota Ambon

Jembatan Merah Putih adalah salah satu keajaiban arsitektur yang terletak di Kota Ambon, Provinsi Maluku, Indonesia. Dengan pemandangan yang memukau dan dampak positif pada mobilitas penduduk setempat, jembatan ini menjadi salah satu ikon utama kota Ambon. Dalam artikel ini, kita akan mengulas lebih dalam tentang Jembatan Merah Putih, termasuk sejarah pembangunannya, deskripsi teknis, dan dampaknya pada wilayah tersebut.

Sejarah Pembangunan

Pembangunan Jembatan Merah Putih dimulai pada 17 Juli 2011, sebagai respons terhadap kebutuhan akan konektivitas yang lebih baik antara dua bagian penting dari Pulau Ambon. Sebelum jembatan ini ada, perjalanan dari Bandara Internasional Pattimura di Jazirah Leihitu, Maluku Tengah, ke pusat Kota Ambon di Jazirah Leitimur adalah tugas yang cukup rumit. Dengan jarak sekitar 35 kilometer, perjalanan ini memakan waktu sekitar 60 menit karena harus mengitari Teluk Ambon. Alternatif lain adalah menggunakan kapal penyeberangan antara Desa Rumah Tiga dan Galala, yang memerlukan waktu sekitar 20 menit, belum termasuk waktu antre.

Dana pembangunan jembatan ini, sekitar Rp 779,2 miliar, diperoleh melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Jembatan Merah Putih menjadi bukti nyata komitmen pemerintah pusat untuk memajukan infrastruktur di wilayah Indonesia Timur. Pada tanggal 4 April 2016, jembatan ini secara resmi diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia saat itu, Joko Widodo.

Tahapan pembangunan jembatan ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk cuaca yang tidak selalu mendukung. Awalnya, pembangunan ini dijadwalkan akan selesai pada akhir tahun 2014 dengan biaya sekitar Rp 416,75 miliar. Namun, berbagai kendala seperti cuaca buruk memengaruhi pengiriman material jembatan dan menyebabkan penundaan. Pada Juni 2015, pembangunan mencapai tahap sekitar 90%. Selain itu, gempa bumi yang mengguncang Ambon pada 29 Desember 2015 juga memperlambat pengerjaan. Akhirnya, Jembatan Merah Putih selesai pada awal April 2016.

BACA JUGA :  Menikmati Wisata Ambon: Pantai Natsepa, Gunung Salahutu, dan Lainnya!

Deskripsi Teknis

Lokasi dan Topografi

Jembatan Merah Putih membentang di atas Teluk Dalam Pulau Ambon, menghubungkan dua desa penting di Pulau Ambon. Di sisi utara, jembatan ini terhubung dengan Desa Rumah Tiga, yang termasuk dalam Kecamatan Teluk Ambon. Di sisi selatan, jembatan ini berakhir di Desa Hative Kecil, yang termasuk dalam Kecamatan Sirimau. Teluk Ambon adalah teluk sempit yang memisahkan Pulau Ambon menjadi dua jazirah, yaitu jazirah Leihitu di utara dan jazirah Leitimur di selatan.

Kondisi Geografi dan Geologi

Kawasan Pulau Ambon termasuk dalam daerah yang rawan gempa tektonik, dan ini menjadi faktor penting dalam perencanaan dan pembangunan jembatan ini. Konstruksi jembatan harus mempertimbangkan kondisi geografi dan geologi yang unik di kawasan ini.

Panjang dan Bagian-Bagian Jembatan

Jembatan Merah Putih memiliki panjang total sekitar 1.140 meter, yang terbagi menjadi beberapa bagian. Pertama, ada Jembatan Pendekat di sisi Desa Poka (sisi utara) dengan panjang sekitar 520 meter. Kedua, terdapat Jembatan Pendekat di sisi Desa Galala (sisi selatan) dengan panjang sekitar 320 meter. Terakhir, bagian utama jembatan, yang merupakan Jembatan Utama, memiliki panjang sekitar 300 meter.

Jembatan Utama

Jembatan Utama adalah salah satu komponen paling penting dari Jembatan Merah Putih. Ini adalah tipe jembatan khusus dengan sistem beruji kabel atau cable stayed. Dalam konstruksi ini, kabel-kabel yang menopang jembatan ini ditempatkan pada pylon-pylon beton. Jarak antara dua pylon utama jembatan ini adalah sekitar 150 meter.

Dampak Positif Jembatan Merah Putih

Peningkatan Mobilitas

Salah satu dampak paling signifikan dari Jembatan Merah Putih adalah peningkatan mobilitas penduduk lokal. Sebelum adanya jembatan ini, perjalanan antara dua jazirah di Pulau Ambon adalah tugas yang rumit dan memakan waktu. Jembatan ini memperpendek waktu tempuh perjalanan dari Bandara Internasional Pattimura di utara ke pusat Kota Ambon di selatan. Dengan jembatan ini, perjalanan yang sebelumnya memerlukan waktu satu jam atau lebih sekarang dapat diselesaikan dalam waktu yang jauh lebih singkat.

BACA JUGA :  Jelajahi Wisata Ambon: Pesona Pantai, Air Terjun, dan Sejarah di Pulau Maluku

Pendorong Ekonomi

Pembangunan Jembatan Merah Putih juga menjadi pendorong ekonomi lokal. Dengan akses yang lebih mudah ke pusat Kota Ambon, perdagangan dan pariwisata di wilayah ini mengalami peningkatan. Pelaku usaha di sekitar jembatan melihat peningkatan kunjungan wisatawan dan pertumbuhan bisnis mereka. Selain itu, jembatan ini juga menjadi jalan utama untuk mengangkut barang dan komoditas ke dan dari Bandara Internasional Pattimura.

Simbol Persatuan

Nama “Merah Putih” pada Jembatan Merah Putih memiliki makna yang mendalam. Kata “merah” dan “putih” pada nama jembatan ini ditetapkan sebagai simbol persatuan bagi penduduk Kota Ambon. Ini menandakan berakhirnya pertikaian yang pernah terjadi antara penduduk Ambon yang muslim dan non-muslim. Jembatan ini menjadi simbol persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan yang ada di masyarakat Ambon.

Kesimpulan

Jembatan Merah Putih di Kota Ambon, Maluku, adalah bukti nyata kemajuan infrastruktur di wilayah Indonesia Timur. Dengan panjang lebih dari satu kilometer, jembatan ini bukan hanya menjadi ikon kota Ambon tetapi juga memberikan dampak positif pada mobilitas, ekonomi, dan persatuan masyarakat setempat. Sebagai salah satu prestasi arsitektur Indonesia, Jembatan Merah Putih adalah tempat yang layak untuk dikunjungi dan menjadi saksi kemajuan wilayah Maluku. Dalam beberapa tahun terakhir, jembatan ini telah membantu menghubungkan dua jazirah Pulau Ambon dengan lebih efisien, dan semakin memperkuat persatuan di antara penduduknya. Jembatan ini tidak hanya merupakan karya insinyur yang mengesankan, tetapi juga simbol persatuan dan kemajuan dalam masyarakat Ambon.

Nikmati inspirasi Wisata Ambon hari ini di Liburdulu.com! –